NusantaraExpost.com – JAKARTA. Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) menggelar Diskusi Publik dengan mengangkat tema “Mengawal Kebijakan Pendidikan Nasional:

“Peran Aktif Mahasiswa untuk Masa depan Indonesia” di ruang Seminar Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Lantai 3 Gedung AB Senin (4/5/2026). Dengan menghadirkan narasumber Dr. Hendri Jayadi S.H, M. H Wakil Rektor III Universitas Kristen Indonesia Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Pemasaran, Angga Febrianda Ketum PMVI, Ahmat Tomi Wijaya Koordinator Pusat BEM Pesantren, Fatham Mubina Koordinator Pusat BEM PTAI.

Dr. Hendri Jayadi S.H, M. H mengatakan, Pendidikan menjadi salah satu momen memperingati Hari Pendidikan Nasonal. Ini menjadi refleksi bagi insan insan Akademik dalam mengawal kebijakan kebijakan Pendidikan yang membawa masa depan untuk Indonesia.

“Karena saya percaya bahwa kedepannya para Mahasiswa akan menjadi pemimpin di Bangsa ini,” ujar Wakil Rektor III Universitas Kristen Indonesia Bidang Kemahasiswaan,

Kerja Sama dan Pemasaran dihadapan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) di ruang Seminar Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Lantai 3 Gedung AB Senin (4/5/2026).

Kata Dr. Hendri Jayadi menegaskan, bagaimana Peran Perguruan Tinggi dalam mendorong partisipasi Mahasiswa dalam mengawal kebijakan Pendidikan nasional.

Kata Dia, tidak pernah ada perguruan tinggi di Indonesia ini berdiri tanpa butuh adanya mahasiswa. Jadi Mahasiswa punya peran yang sangat sentral. Bukan hanya mitra strategis tapi motor perguruan tinggi adalah Mahasiswa, tegas Hendri.

Menurut Dr. Hendri Jayadi, Mahasiswa tidak lagi sebagai Organ yang diposisikan sebagai penerima kebijakan saja. Tetapi Mahsiswa memiliki peranan sebagai Aktor Intelektual dalam konotasi konsumtif sebagai orang yang berperan mengawal dan memberikan kontribusi untuk kebijakan Pendidikan di Indonesia.

“Jadi fungsi control itu ada di Mahasiswa. Jadi percayalah bicara “Maha” artinya kaum intelek yang merupakan tulang punggung negara. Jadi berbanggalah,” ucap Hendri.

Bagi Dr. Hendri Jayadi, peran perguruan tinggi itu harus menjadi wadah, mendorong mahasiswa untuk mengembangkan dirinya. Tepat di hari Pendidikan nasional ini harus banyak refleksi banyak mengintropeksi diri apakah Pendidikan di Indonesia ini efektif atau sudah memenuhi tanggungjawab tantangan sebagai mahasiswa.

“Saya melihat bahwa perguruan tinggi sebetulnya memiliki peran trategis apabila bisa membina mahasiswanya menjadi Mitra kebijakan Pendidikan,” ungkapnya.

Sebagai tenaga pendidik kata Dr. Hendri Jayadi, punya Tridarma yang harus lakukan. Sebagai tenaga pendidik, dosen harus bisa mentransfer ilmunya kepada mahasiswa. Harus ada budaya mendidik bagi mahasiswa supaya mahasiswa memilkki pengalaman praktek. Oleh karenanya lanjut Hendri, di dalam pengabdian kepada masayarakat harus melibatkan mahasiswa.

Artinya, diwajibkan mahasiswa untuk berperan aktif di dalam kegiatan Tridarma perguruan tinggi. Untuk itu diperlukan sinergi antara Kampus dan organisasi mahasiswa dalam membangun dengan budaya kritis dan partisipatif, ujar jembolan Universitas Gajamada ini.

Dalam era global saat ini Artificial Intelligence (AI) kata Dr. Hendri, disinilah peran perguruan tinggi harus jeli melihat kemajuan canggih AI untuk itu bagaimana mengandalkan kemampuan soft skill akademik mahasiswa. Jadi AI itu bisa digunakan dalam hal positif dan negatif.

“Jadi itulah perlunya adanya soft skill dimana bisa menjadikan diri sebagai orang orang yang kuat saat ikut berkompetisi di dunai global,” ungkapnya.

Sebagai Wakil Rektor III Universitas Kristen Indonesia Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Pemasaran Dr. Hendri Jayadi melihat bagaimana Perguruan tinggi harus punya strategi untuk memperluas kerjasama dan memfasilitasi bagaimana para mahasiswa agar punya orentasi maju kedepan. Untuk itu Dr. Hendri Jayadi meminta, Perguruan tinggi harus menciptakan ekosistem yang inklusif artinya, nggak eksklusif.

“Harus bekerjasama diluar kampus dengan pihak lain. Sehingga terjadi kolaborasi atau pertukaran pemikiran maka akan semakin luas kemitraan itu,” pintanya.

Kedepanya kata Dr. Hendri Jayadi, perguruan tinggi punya tanggjawab untuk mempersiapkan para mahasiswa untuk jadi pemimpin. Karena punya soft skill yang bagus dan punya bekal Pendidikan yang bagus. Itu bisa di dapat di perguruan tinggi dan juga organisasi kemahasiswaan,” pungkasnya. (*)