Nusantaraexpost.com || Ketua Umum Komite Penyelamat Lingkungan (KPL), Jamaluddin Hadam mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi kemacetan yang kerap terjadi akibat antrean truk kontainer di wilayah Jakarta Utara, khususnya di kawasan Cilincing, Marunda, hingga akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Menurut Jamaluddin Hadam, kemacetan yang terjadi hampir setiap hari tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga berdampak pada keselamatan pengguna jalan, meningkatkan polusi udara, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat yang bermukim di sekitar jalur logistik tersebut.

“Kami berharap Pemprov DKI Jakarta tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi menyusun solusi yang terintegrasi bersama pemerintah pusat, pengelola pelabuhan, operator depo kontainer, dan aparat penegak hukum. Masyarakat sudah terlalu lama menjadi korban kemacetan yang berkepanjangan,” ujar Ketum KPL, Jamaluddin Hadam kepada wartawan Sabtu, (25/7/2026).

KPL menilai beberapa langkah yang dapat segera dilakukan antara lain penataan sistem antrean truk kontainer, penyediaan kantong parkir (buffer zone), penegakan larangan parkir di badan jalan, pengaturan jam operasional kendaraan berat, serta peningkatan koordinasi antarinstansi agar distribusi logistik tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.

Selain itu, KPL meminta agar dilakukan evaluasi terhadap operasional depo kontainer yang berpotensi menimbulkan antrean kendaraan di jalan umum. Menurut organisasi tersebut, keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan sistem transportasi dan logistik di Jakarta.

“Kami mendukung kegiatan ekonomi dan distribusi barang, namun pelaksanaannya harus memperhatikan hak masyarakat untuk mendapatkan akses jalan yang aman, nyaman, dan bebas dari kemacetan berkepanjangan,” tambahnya.

Komite Penyelamat Lingkungan berharap Pemprov DKI Jakarta segera menyusun langkah-langkah strategis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan sehingga kemacetan di kawasan Jakarta Utara dapat diatasi secara efektif dan berkelanjutan.