Nusantaraexpost.com,- Sejarah bukan sekedar deretan angka di atas kertas kusam,ia adalah kompas yang menentukan kemana arah bangsa melangkah.Ketika Stephen Oppenheimer melalui risetnya mulai membedah Gunung Padang,sebuah tabir besar tersingkap,di sana, terkubur jejak Peradaban manusia Sunda Bihari yang diyakini sebagai salah satu fajar beradaban manusia sebelum Zaman Es berakhir.

Temuan ini membawa kita pada satu kesadaran spiritual : bahwa umat manusia di bumi ini sejatinya memiliki akar dan nenek moyang yang sama.

Memasuki milenium III,pesan dari masa lalu itu kian relevan.Kita tidak lagi dipanggil untuk tersekat dalam batas geografis,melainkan menyambut era ini dalam semangat persaudaraan semesta.
Spirit ini telah lama mendarah daging dalam moto suci Nusantara,Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila sebuah filosofi hidup yang mengajarkan bahwa dalam keberagaman,ada ketunggalan jiwa.

Prinsip ini dipertegas oleh kearifan lokal kita : Tan Hana Dharma Mangrwa (tiada kebenaran yang mendua).Serta sebuah pengikat waktu : Hana Nguni Hana Mangke , Tan Hana Nguni Tan Hana Mangke – Ada masa lalu maka ada masa kini, jika tidak ada masa lalu maka tak akan ada masa kini.Sejarah dan masa depan adalah satu tarikan napas.Maka,bukanlah hal yang janggal jika hari ini kita menyaksikan jalinan tali persaudaraan yang melintasi benua.

Pengakuan dunia Internasional terhadap putra bangsa melalui anugrah anggota Ordo Kerajaan Prusia adalah bukti nyata bahwa Nusantara tetap menjadi bagian penting dari ekosistem peradaban.

Kehadiran sosok – sosok seperti Grand Master Ordo Kerajaan Prusia ,Adipati Sergey Von Der Wolff,serta Prof.Dr.Pangeran Mohammad Soleh Ridwan,Ph.D selaku Duta Besar Utama Ordo Ksatria Kerajaan Prusia,menjadi simbol diplomasi budaya dan intelektual yang kuat.
Lencana yang diterima oleh putra bangsa ini bukanlah sekedar aksesoris formalitas.

Sejarah mencatat bahwa tanda kehormatan ini secara tradisional diberikan kepada para pemuka dunia yang memberikan kontribusi luar biasa di bidang sains,militer,dan kebangsawanan.
Ini adalah pengakuan atas dedikasi dan martabat yang patut kita banggakan bersama sebagai satu bangsa.

Penghargaan ini menjadi jembatan yang menghubungkan nilai nilai luhur Nusantara dengan panggung dunia.
Ditengah dinamika global,Nusantara kembali menunjukan jati dirinya sebagai pembawa pesan damai.
Loves and hugs to all nations

Dari rahim Gunung Padang hingga penghargaan kerajaan di Eropa,pesan kita cukup satu : Salam Persaudaraan Semesta.

LOVES AND HUGS TO ALL NASIONS.