Lampung | Nusantaraexpost.com – Dukungan terhadap langkah hukum yang ditempuh Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Polda Metro Jaya terus mengalir dari berbagai daerah terkait ceramah Jusuf Kala di Universitas Gajah Mada (UGM) pada Maret lalu yang bertajuk “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar yang menyinggung dan menyakiti Umat Kristen Katolik.
Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Lampung menyatakan sikap tegas merespon dinamika tersebut dan mengutuk keras atas pernyataan Mantan Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 tersebut yang menyatakan umat Kristen boleh membunuh umat lain supaya mati syahid.
Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung, Falentinus Andi, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah yang diambil oleh PP Pemuda Karolik sebagai bagian dari upaya menjaga ruang publik yang sehat dan saling menghormati.
“Langkah yang diambil PP Pemuda Katolik dan GAMKO ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa ruang publik kita tetap dijaga dengan nilai-nilai kebangsaan dan saling menghormati. Kami mendukung proses ini sebagai mekanisme yang sah dalam negara hukum,” ujar Falentinus.
Ia menambahkan, dukungan tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemuda Katolik dalam merawat nilai-nilai cinta kasih, toleransi, dan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa.
Dalam kesempatan yang sama, Falentinus juga meminta aparat kepolisian untuk merespons laporan tersebut secara profesional, objektif, dan proporsional.
“Kami percaya dan berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, objektif, dan berkeadilan dalam menindaklanjuti laporan ini. Proses hukum yang baik akan memberikan kejelasan sekaligus menjaga kepercayaan publik,” lanjutnya.
Pemuda Katolik Komda Lampung juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kondusivitas di daerah, khususnya di tengah masyarakat Lampung yang majemuk dan penuh keberagaman.
Dengan sikap ini, Pemuda Katolik Lampung tidak hanya menunjukkan solidaritas terhadap langkah organisasi, tetapi juga menegaskan posisi sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan yang inklusif dan berkeadaban.

