Nusantaraexpost.com – JAKARTA. Nama Moh. Soleh Ridwan kembali mendapat perhatian dalam forum internasional setelah ditunjuk sebagai Direktur Regional Indonesia dalam pembentukan kantor internasional Kingdom of Araucania and Patagonia Royalist Society (KAPRS) di bawah patronase H.R.H Prince Antoine V.Penunjukan tersebut diumumkan secara resmi oleh Chancellery of the Kingdom of Araucania and Patagonia melalui dokumen internasional tertanggal 16 Mei 2026.

Dalam pengumuman itu, Prof Dr Moh. Soleh Ridwan yang juga dikenal sebagai Pangeran Mohammad Soleh Ridwan of Cirebon Pajajaran dipercaya memimpin perwakilan organisasi untuk wilayah Indonesia.

Penunjukan ini sekaligus memperkuat posisi Prof Soleh Ridwan sebagai tokoh budaya dan kemanusiaan internasional asal Cirebon yang aktif memperjuangkan isu Hak Asasi Manusia (HAM), masyarakat adat, sejarah Nusantara, serta perdamaian dunia.

Sebagai legacy KBPA dari garis keturunan Panembahan Ratoe Girilaya II Cirebon, Prof Soleh Ridwan dikenal konsisten membawa nilai-nilai luhur budaya Nusantara ke panggung internasional melalui diplomasi budaya, pelestarian sejarah, dan perjuangan hak-hak masyarakat adat.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa Kingdom of Araucania and Patagonia Royalist Society merupakan organisasi internasional yang bergerak dalam upaya perlindungan hak masyarakat adat Mapuche di wilayah Chile dan Argentina,

Sekaligus mendukung perjuangan perdamaian, keadilan, kesetaraan, dan hak menentukan nasib sendiri bagi masyarakat adat sesuai standar hukum internasional.

Organisasi ini juga menjunjung tinggi semangat solidaritas global antar kerajaan adat, komunitas budaya,

dan entitas tradisional dunia dalam membangun keamanan serta perdamaian internasional.

Nama Prof Dr Moh. Soleh Ridwan disebut sejajar dengan sejumlah tokoh internasional lain dari Inggris, Yunani, Spanyol,

Dan Chile yang dipercaya memimpin kantor regional organisasi tersebut di berbagai negara.

Keterlibatan tokoh asal Cirebon dalam organisasi internasional tersebut dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia,

Khususnya Cirebon, karena membawa identitas budaya Nusantara ke tingkat dunia.

Prof Soleh Ridwan selama ini dikenal aktif memperjuangkan pelestarian budaya dan sejarah Nusantara, termasuk memperkuat eksistensi masyarakat adat agar tetap mendapat perlindungan di tengah perkembangan zaman dan modernisasi global.